Kata Imam Al-Ghazali memang benar, yang jauh itu adalah masa lalu. Mau segimanapun kita mencari, sejauh apapun kita pergi menuju masa lalu itu ya gak akan nyampe-nyampe kan? Begitu juga dengan pilihan-pilihan yang dibuat di masa lalu, apa bisa diganti? Oh, tidak bisya…. Mungkin kita bakal menyesal kalau pilihan kita itu ternyata salah atau gak sesuai dengan ekspektasi kita sebelumnya. Pernah merasa seperti itu?
Akhir-akhir ini saya baru sadar, mungkin yang namanya pilihan hidup yang salah itu gak ada. Yang ada mungkin antara sesuai dan tidak sesuai dengan harapan kita. Setiap pilihan ada konsekuensinya kan? Tinggal bergantung pada bagaimana kita menyikapi konsekuensinya itu. Tapi kebanyakan manusia kalau kenyataan hidup gak sesuai dengan apa yang diinginkan biasanya bakalan ada rasa menyesal. Betul apa betul? Pasti keluar kata-kata ‘coba ya kalau dulu tuh ga ke sana’ atau ‘padahal kalau dulu gak milih ini ga akan kayak gini kali ya’ dan masih banyak ucapan-ucapan ekspresi penyesalan lainnya. Saya juga pernah kok kayak gitu atau mungkin sering. Tapi hal-hal yang sempat bikin saya menyesal itu akhirnya bikin saya sadar akan suatu hal. Ternyata selama ini cara saya menyikapi mereka salah total. Kenapa bisa gitu?
Pernah belajar materi dimensi tiga kan pas di SMA? Kalau menurut saya, kita bakalan bisa nyelesaiin soal tentang dimensi tiga kalau kita bisa melihat bangun ruang nya dari segala sisi. Kalau cuma dilihat dari satu sisi mungkin yang ada kita malah kebingungan gimana cara ngerjainnya. Begitu pula dengan cara kita menyikapi realitas hidup. Kalau kita pandang dari sisi yang lain, mungkin sesuatu yang dirasa kurang enak jadi lebih enak.
Intinya kita gak boleh takut sama pilihan yang kita ambil dan kita juga harus qanaah. Kalau kita udah berpikir matang-matang dan berusaha tinggal kita serahkan pada Allah, berdoa agar Dia memberikan yang terbaik. Lalu kalau kenyataannya belum sesuai dengan harapan ya tetap harus disyukuri kan ya? :)
Aah, sebenarnya ini tamparan keras buat saya yang masih sering lupa buat bersyukur. Masih suka takut dalam menjalani sesuatu. Padahal apa alasan kita buat takut? Allah selalu ada kan buat hambaNya? Yuk kita membenahi diri, harus stay away dari penyesalan yang berlarut-larut dan mendekatkan diri sama yang namanya sikap qanaah. Yuk yuuuk :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar