Dibilang sedih, hmmm mungkin iya. Senang? hmm biasa aja. Bersyukur? HARUS dong :)
Ya, itu lah yang saya rasa ketika scroll down hasil OSN kemarin. Seperti di postingan saya sebelumnya, saya pernah bilang kan kalau tahun ini OSN terakhir saya? hehe. Iya, memang, karena saya sekarang sudah menginjak kelas XII. Berarti mustahil ikut OSK lagi tahun depan.
Pas dapet kabar kalau OSP kemarin hasilnya udah diumumin, wuuuuih, deg2an banget pas buka link nya. Lebih deg2an lagi karena loading nya lama banget. Mana bidang olim saya itu ada di bawah2 urutannya jadi aja makin deg2an. Pas udah kebuka semua, perlahan-lahan saya scroll down, jeng jeng, masuk ke bidang olim saya, yup, KEBUMIAN. Setelah anak-anak dari DKI, urutannya perwakilan JABAR. Saya baca satu-satu dan ternyata, there was no my name there :''
Waktu itu saya cuma senyum aja ngeliatnya, terus diem dan diem. Emang bikin speechless sih, ahaha. Lebay gak ya? Mungkin iya. Well, sebenarnya saya berharap bisa memberi yang lebih baik di OSN kali ini. Tujuan saya adalah membuka gerbang, ya cukup membuka gerbang. Lolos ke nasional saja pun saya sudah pasti sangat bahagia, tak perlu jauh-jauh sampai medali dulu. Ternyata, harapan saya untuk membuka gerbang OSN itu terputus. Dadah OSN, mungkin bukan saya ya pembuka gerbangnya, pasti masih banyak yang lain yang memiliki kesempatan jauh lebih besar daripada saya, yang lebih layak daripada saya. Toh, OSN bukan satu-satunya kompetisi kan di dunia ini? Untuk meraih prestasi masih banyak jalan lain. Masih banyak gerbang-gerbang lain yang memang bisa dibuka atau mungkin lebih mudah untuk dibuka. Bismillah, Allah gak akan memberikan sesuatu kepada hambaNya tanpa maksud dan tujuan. Terimakasih ya Allah telah menunjukkan arah ke mana aku harus melangkah. OSN mungkin bukan tempat yang tepat bagiku untuk membuktikan pada dunia bahwa muslim saat ini juga memiliki semangat yang sama seperti ilmuwan-ilmuwannya yang terdahulu.
Sekali lagi, goodbye OSN, terima kasih atas 2 tahun di SMA yang penuh kejutan. Terima kasih sudah hadir mengisi buku hidupku. Semoga lain kali, kita bisa ketemu ya, mungkin saya bukan pesertanya, bisa saja saya jadi trainer pelatnas atau juri OSN, bisa kan?hehe, Insyaallah..... Yang jelas dari sini, aku bisa lebih paham arti bersyukur yang sesungguhnya. Terima kasih ya Allah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar