Pages

Kamis, 14 Juni 2012

Kau dan Jas Almamater

Cerita ini hanya sebuah fiksi, jika terdapat kesamaan nama,peristiwa ataupun instansi hanya sebuah ketidaksengajaan.

Musim-musim Ujian Nasional telah berlalu, kini yang ada hanya tinggal menunggu hasil nya. Bagi siswa SD maupun SMP tentu mereka sangat menanti nilai Ujian Nasional itu. Berbeda dengan pelajar-pelajar SMA yang tak terlalu menunggu hasil UN, tapi satu hal yang mereka tunggu, pengumuman mengenai SNMPTN Undangan.

Syamsul Fallah, sahabat dekatku yang kini memang sudah duduk di bangku kelas 12. Dia mengambil program percepatan, sehingga aku kini menjadi adik kelas nya. Meski begitu, dia tetaplah sahabat dekatku. Telah banyak hal yang telah kubagi dengannya, begitu pula sebaliknya. Sensasi saat aku mengenalnya, bahkan hingga kini, di saat aku sudah cukup mengenalnya, semua itu, takkan pernah hilang.

Aku merasa berhutang budi banyak kepada Fallah (panggilan akrabku untuknya). Dia telah banyak memberiku masukan juga motivasi agar aku bisa terus tegar dan kuat dalam menghadapi rintangan-rintangan kecil yang sebelumnya pernah ia rasakan pula.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari pengumuman SNMPTN undangan pun tiba. Aku selalu berusaha agar bisa menjadi orang yang pertama mengucapkan selamat untuknya jika ia diterima di salah satu PTN pilihannya. Aku juga selalu berusaha agar aku bisa menjadi seseorang yang bisa menepuk bahunya agar ia tetap tegar jika ia jatuh dalam sebuah keputusasaan karena ia tak lulus melalui jalur itu.

To: S. Fallah
Fal,apa kabar?udah lama nih kita gak ngobrol..eh iya btw, gimana snmptn undangannya?udah ada pengumumannya ya katanya...

From: S. Fallah
Alhamdulillah baik, sal. iyaya,kita udah jarang ngobrol...hehe
hmm, aku gak lulus jalur itu sal..mungkin emang bukan jalanNya, insyaAllah nanti di SNMPTN tulis aku bakal kasih yang paling baik... :)

Pasti Fallah merasa sedih sekali,pikirku. Seorang lelaki yang selalu berada di posisi teratas dalam bidang akademik di sekolah. Tentu, pasti ia akan merasa sangat kaget saat pertama kalinya ia harus dihadapkan pada suatu kondisi di mana keberuntungan tak berpihak padanya. Meski kau bersembunyi di balik senyumu itu, aku tau apa yang engkau rasakan, Fallah..........

To: S. Fallah
Oh gitu, ya udah gpp.. semangat ya buat snmptn tulisnya..yakin deh, kamu pasti bisa!!!!Allah pasti sayang sama hambaNya, ikhlas,tawakal,qonaah ya Fal..dimanapun nanti kamu kuliah, pasti itu udah yang paling baik :)

From: S.Fallah
yes....'dimanapun' itu....

To: S. Fallah
Can you give me a big smile? :)

From: S. Fallah
Do you want a big smile? I have a big smile here.. :)

Akhirnya, aku merasa sedikit tenang saat Fallah masih bisa berkata seperti itu di pesan singkat, tapi aku yakin, dia masih merasa sedih sekali saat semua kenyataan itu hadir dalam hidupnya. Fallah, come on!!!! Aku tahu, kampus Ganeca 10 adalah kampus yang sangat kau inginkan. Tapi bukan hanya kau yang menginginkan itu,Fallah. Banyak orang lain yang juga menginginkan itu. Boleh jadi, peluang mu di sana tidak banyak. Tapi aku yakin, kau bisa lakukan semua itu :)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari-hari terus berputar, senin hingga jumat di minggu ini, aku masih belum melihat Fallah di sekolah. Padahal, teman-temannya begitu sering berkunjung ke sekolah untuk mengurusi surat-surat penting demi perkuliahannya.
Tapi, di mana Fallah? Batang hidungnya tak pernah terlihat di sekolah sejak pengumuman snmptn itu. Mungkinkah Fallah masih merasa tak sanggup? Apa Fallah merasa malu? Apa Fallah merasa bahwa dia belum memberikan yang terbaik? gumamku dalam hati.
Tidak!!!!!aku yakin, Fallah bukan tipe orang yang suka berputus asa. Mungkin saja ia masih ada banyak urusan di luar sana, sehingga belum sempat bersilaturahim ke sekolah. Mari, positive thinking :)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dua minggu pun berlalu dan akhirnya finish! Fallah tak muncul juga sampai snmptn tulis digelar.

apa?snmptn tulis? Gumamku terkejut seketika. Aku ingat bahwa Fallah akan mengikuti snmptn tulis itu.
Saat ia akan berjuang untuk menentukan masa depannya, aku juga ingin berusaha untuk menjadi seseorang yang bisa memberinya semangat meski itu hanya melalui ungkapan kecil saja.

To: S. Fallah
goodluck on your snmptn, fallah!!Believe that Allah always gives the best result, bismillah :)

From: S. Fallah
Bismillah.......

Ujian yang dilaksanakan selama dua hari itu mungkin akan menjadi ujian yang paling menengangkan bagi peserta yang mengikutinya. Tapi jangan sampai semua itu dijadikan ambisi yang nantinya malah membuat kita terlarut di dalamnya. tetap tawakal dan menyerahkan smeuanya kepada Yang Maha Kuasa :)

Beberapa minggu setelahnya, hasil snmptn tulis pun diumumkan. Pedagang-pedagang koran sudah mendapat laba yang banyak pagi itu. Pasti!! pengumumannya masih melalui koran, jadi akan banyak orang yang membelinya hanya untuk menemukan namanya tercantum dalam daftar nama-nama mahasiswa baru di perguruan-perguruan tinggi negeri. Lalu, bagaimana dengan Fallah?
Segera ku ambil handphone-ku lalu ku kirim lagi pesan singkat untuk Fallah.

To: S. Fallah
Gimana hasilnya, Fal?

From: S. Fallah
Alhamdulillah, FTMD-ITB :) makasih ya Salma atas doanya... thank you so much......

To: S. Fallah
waaaaah....alhamdulillah...selamat ya Fallah. Tuh kan bener kata aku, pasti kamu bisa :) hehe iya, samasama....cieee mahasiswa nih :D

From: S. Fallah
Hehe, iya sal, mahasiswa..wkwk..susul aku ya, sampe ketemu di Ganeca 10 :)

To: S. Fallah
amin amin....hehe... :)
Eh iya Fal, boleh minta email kamu gak?

From: S. Fallah
aku punya dua email, kalau buat fb syamsulfallah1@gmail.com tapi klo buat yang ersmi2 syamsulfallah12@gmail.com :)

aku ingin mengucapkan kata-kata sederhana untuk Fallah melalui email itu. Karena aku ingin, Fallah membukanya secara tidak sengaja dan aku ingin pesan itu dapat tersimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

To: syamsulfallah1@gmail.com
Assalamualaikum wr.wb
Fallah, selamat ya udah jadi mahasiswa......tapi aku harap siapapun yang pake jas almamater duluan gak pernah lupa satu sama lainnya ya...
makasih ya Fal,atas semuanya selama ini, waktu dulu kita ada di ruang yang sama, waktu kita masih sering buat bertatap muka. Mungkin nanti kita bakal susah buat komunikasi, makannya aku harap jas almamater bukan jadi penghalang ya..
terima kasih atas semuanya, Syamsul Fallah :)


from your ordinary best friend


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tahun-tahun berselang, kini aku sudah berjas almamater yang sama dengan yang Fallah miliki. Selama tahun-tahun terakhir ini, aku dan Fallah memang jarang untuk berjumpa, bahkan komunikasi pun terbilang sulit.

Hari itu, di gerbang jalan Ganeca, seorang lelaki yang memakai tas selendang krem dengan corak merah dan hitam berjalan dengan sederhana menuju ke dalam kampus. Dari kejauhan, aku merasa itu adalah Fallah. Tanpa ragu-ragu aku pun memotong perjalanannya.

'hmm, Syamsul Fallah?'
'iya..bentar deh.....Salma Ferisha?'
'iya...hehe...apa kabar, Fal?kemana aja?hampir lost contact nih kita..haha'
'baik..gak kemana-mana...masih di bandung kok..wahaha,iya ya. Ngomong-ngomong kamu sekarang TPB ya,Sal?'
'iya..hehe'
'dapetnya apa?'
'FMIPA,doain ya biar dapet fisika,butek ya butek aja deh gue,haha'
'amin amin...eh,jangan gitu dong,Sal'
'haha,eh iya Fal,siang ini kamu sibuk gak?'
'engga juga, paling nanti ada kuliah lagi jam 2,kenapa?'
'pengen ngobrol aja, hehe..bisa kan?'
'oh oke. mau di mana?hmm, deket atm center aja gimana?biar teduh'
'sip sip'

kami berjalan menuju bangku di dekat atm center itu. Entah, apakah aku harus percaya ataukah tidak. Aku berjalan kembali dengan Fallah, seorang sahabat yang hampir hilang dan ternyata aku temukan kembali.

'bentar, Fal' ucapku sambil mengambil handphone
'kamu jarang buka email yang buat facebook ya?' lanjutku
'iya..lho, emang kenapa?' tanya Fallah dengan ekspresinya yang penasaran
'waktu kamu masuk ke sini, aku kirim email lho sebenernya, tapi aku gak bilang. Nih masih ada.' Aku langsung mengaksesnya lewat handphone dan tanpa ragu aku pun memilih pilihan pesan terkirim kemudian memperlihatkannya pada Fallah.
'mana coba...'ucap Fallah sambil membaca email itu dari handphone ku.

Setelah aku berkata seperti itu, aku baru sadar,rasanya aku terlalu cepat untuk memberitahu bahwa aku pernah mengirimkan email itu untuknya. Tapi, aku masih begitu antusias, ingin Fallah tahu bahwa aku pernah mengirimkan email itu untuknya.

'sama-sama,Sal. Maaf ya, ini udah hampir 3 tahun yang lalu tapi baru dibaca sekarang,haha,lucu ya?'
'dih,lucu kenapa,Fal?'
'ya lucu aja, kita udah punya jas almamater yang sama,bentar lagi mau beres S1 nya,tapi aku baru baca ucapan selamat jadi mahasiswa,hehe'
'oh,lucu itu..kirain apaan. Eh, udah mau jam dua nih, cepet sana ntar telat masuk kelas,haha'
'oke, duluan ya. Kapan-kapan kita ngobrol lagi deh'
'siiiiip'

Percakapan singkat itu, membuat aku semakin merindukan waktu-waktu yang dulu. Saat Fallah dan aku masih berseragam yang sama. Masih punya waktu luang yang sama. Tapi waktu telah mengubahnya. Membuat kebersamaan yang dulu menjadi samar-samar dan harus diperjelas lagi nantinya.

'terima kasih banyak atas percakapan singkat tadi. Hal itu telah cukup membuatku tersenyum hari ini. Terima kasih, Syamsul Fallah' ucapku dalam hati.

*jika suatu saat sahabatmu menghilang, jangan khawatir. Waktu,kesempatan dan kehendakNya akan memutar kembali hal-hal yang telah terjadi sebelumnya^^



-paper


Tidak ada komentar:

Posting Komentar