sudah 8 tahun lebih ternyata. aku tumbuh hingga seperti ini. melewati kerasnya angin kehidupan yang harus dilalui sendiri. meski ada yang ingin membantu, mereka sekedar membantu. ini hidupmu, kawan. kau lah pemeran utamanya.
aaaah, tapi dalam rentang 8 tahun itu aku rasakan sisi yang kosong dalam hari-hariku. ayah. iya, ayah. seseorang yang selalu ada untukku, selalu menjaga agar aku tidak terluka dan bersedia untuk merasakan sakitku daripada harus aku yang mengalami.
ayah. aku memang masih bisa tumbuh tanpamu. aku masih bisa berjalan sendiri. tapi aku merasakan sisi kosong itu terus menerus,ayah. aku tahu bagaimana hampanya tumbuh tanpa seorang ayah. sedih? jelas.
ayah, terkadang aku merasa ini menyakitkan. berubah menjadi dewasa tanpa bimbingan seorang ayah. memilih pilihan tanpa ada saran yang disampaikan oleh seorang yang paling bijak dalam keluarga. ayah, hati ini masih seringkali berandai-andai. berangan-angan agar engkau hadir kembali di dunia ini. tapi itu bukanlah hal yang mungkin terjadi. itu hanyalah harapan kosongku. ayah, meski memang kau tidak lagi di sini aku berharap agar engkau selau melihat aku hingga seperti sekarang ini. berusaha untuk tumbuh menjadi seorang perempuan yang lebih baik dari sebelumnya. ayah, terima kasih untuk 9 tahun yang bermakna. terima kasih atas pemberian nama yang penuh dengan sejarah. ayah, semoga kelak kita berkumpul di surgaNya, aamiin aamiin ya rabb :)
Jumat, 22 November 2013
Growing Up Without Him
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar