Pages

Selasa, 27 Agustus 2013

She (2)

Aku bertemu dengannya di bulan februari tahun lalu saat ispo dilaksanakan. Stand kami bersebelahan dan kami juga berasal dari propinsi yang sama. Perbincangan pertama kami yaitu saat aku dan temanku menawarkan pinjaman lap untuknya. Karena saat itu stand ny penuh dengan air, maklum project nya berkenaan dengan pembangkit listrik tenaga ombak serta pendeteksi tsunami. Subhanallah. Ide nya luar biasa, bahkan saat itu dia juga single fighter, hehe. Tamam ya ukhti :-)
Waktu itu dia duduk di kelas 12 dan aku baru kelas 10. Bulan februari sudah dekat-dekat UN dan lain-lain bukan? Tapi semangatnya untuk membangun negeri ini tak pernah melemah. Point pertama yang harus aku contoh darinya. Lalu saat itu dia mendapat pesan singkat dari temannya kemudian ia berkata padaku 'alhamdulillah, aku bisa ikut SNMPTN undangan' (FYI, waktu itu gak semua orang bisa ikut jalur undangan ini makannya lolos seleksi di sekolah aja udah seneng bukan kepalang).
Kebetulan karena dia adalah single fighter maka dia mengajakku untuk makan siang bersama. Di sana kami mengobrol sedikit tentang sekolahnya juga tentang sekolahku. Lalu kami shalat dhuhur bersama. Entah kenapa rasanya aku sudah cukup dekat dengan dia meski kami baru bertemu.
Selepas ispo dia mulai sibuk dengan tahun terakhirnya di sekolah. Begitupula dengan aku yang sibuk dengan uts dan lain-lain. Aku sering mencari info tentangnya melalui akun fb nya, dan kini dia berada di negeri yang terkenal dengan kebab nya. Ya, Türkiye. Dia berada di uludag university mengambil jurusan theology islam. Ia sangatlah gigih, selalu bersemangat dalam mengerjakan segala sesuatu, apalagi dalam mengerjakan hal yang berkaitan dengan kepentingan umat. Subhanallah. Point plus selanjutnya yang dapat aku ambil.
Aku senang bertemu dengannya. Seorang peneliti muda yang gigih yang pernah kukenali, tak lengah dan tak mudah untuk menyerah. Semangat dakwahnya tak pernah berkurang. Kepekaan nya pada lingkungan sekitar juga sangatlah tinggi, wawasannya luas dan bersikap kritis pada permasalahan yang dihadapi.
Ukhti, mungkin ukhti tidak tau kalau aku menuliskan postingan ini. Tapi satu hal yang perlu ukhti tau, pertemuan dengan ukhti sudah cukup menjadi hal yang sangat disyukuri. Banyak hal yang dapat dipelajari ukhti. Ukhti selalu mengingatkanku lewat status-status di fb ukhti atau dari percakapan selama kita mengobrol. Semangat mencari ilmu di sana ya ukhti, biidznillah. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk ukhti. Semoga Allah selalu melindungimu. Syukron jidan ya ukhti, uhibbuki fillah :-)

*didedikasikan untuk Ukhti Santi Wahyuni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar