Entah kenapa, saya langsung pengen ngebahas masalah ini setelah saya tahu bahwa teman yang cukup dekat dengan saya punya kenangan yang sangat sangat berharga dengan seorang teman yang ia kenali sekitar 2 tahun yang lalu. Bukan cemburu, tapi hal ini bikin saya bertanya-tanya, 'apa saya udah bisa jadi teman yang benar-benar teman untuknya?' Ya, itulah pertanyaan saya yang membuat saya langsung terinspirasi untuk menuliskannya.
Katanya true friend itu adalah seseorang yang bisa memberikan semangat kepada kita ketika mereka juga membutuhkan semangat bagi dirinya. Adalah seseorang yang bisa memotivasi kita saat mereka merasa depresi. Adalah seseorang yang mendoakan kita bahkan saat mereka membutuhkan doa untuk dirinya sendiri. Adalah seseorang yang masih mengharapkan yang terbaik untuk kita saat mereka merasa putus asa. Itulah apa yang dia katakan pada temannya itu. Bahkan ia juga berkata bahwa temannya itu adalah true friend baginya dan ia berharap bisa menjadi true friend bagi temannya itu. Saat aku membacanya berulang-ulang, aku semakin bertanya-tanya pada diriku sendiri mengenai pertanyaan yang telah kusebutkan tadi. Rasanya aku memang bukan seseorang yang menjadi true friend baginya. Aku masih terlalu kecil sepertinya. Mungkin dirasa bahwa aku ini tidak dapat menjadi apa yang memang ia inginkan sejak ia berkenalan denganku. Mungkin aku bukan orang seperti temannya itu, yang memberikan first impression yang baik baginya dan membuat pertemanan itu semakin dan semakin baik.
Jadi, maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi true friend untukmu. Malah aku seringkali membuatmu kesal dan bahkan mungkin saat ini kau jengkel atas sikapku yang terlalu kekanak-kanakan. Maaf, jika aku belum bisa sepertinya. Aku hanya berusaha untuk menjadi diriku yang sebenarnya, aku tidak ingin menjadi duplikatnya. Karena aku tahu, dalam berteman lebih baik kita menjadi diri kita yang sebenarnya bukan berharap untuk bisa menjadi seperti orang lain dengan harapan untuk bisa lebih diperhatikan. Jujur, aku tak mengharapkan itu. Tapi aku berharap, kelak aku ingin bisa menjadi teman yang memang benar-benar menjadi temanmu :)
*dituangkan saat semuanya tiba-tiba menjadi sebuah tanda tanya.
(little paper)
Katanya true friend itu adalah seseorang yang bisa memberikan semangat kepada kita ketika mereka juga membutuhkan semangat bagi dirinya. Adalah seseorang yang bisa memotivasi kita saat mereka merasa depresi. Adalah seseorang yang mendoakan kita bahkan saat mereka membutuhkan doa untuk dirinya sendiri. Adalah seseorang yang masih mengharapkan yang terbaik untuk kita saat mereka merasa putus asa. Itulah apa yang dia katakan pada temannya itu. Bahkan ia juga berkata bahwa temannya itu adalah true friend baginya dan ia berharap bisa menjadi true friend bagi temannya itu. Saat aku membacanya berulang-ulang, aku semakin bertanya-tanya pada diriku sendiri mengenai pertanyaan yang telah kusebutkan tadi. Rasanya aku memang bukan seseorang yang menjadi true friend baginya. Aku masih terlalu kecil sepertinya. Mungkin dirasa bahwa aku ini tidak dapat menjadi apa yang memang ia inginkan sejak ia berkenalan denganku. Mungkin aku bukan orang seperti temannya itu, yang memberikan first impression yang baik baginya dan membuat pertemanan itu semakin dan semakin baik.
Jadi, maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi true friend untukmu. Malah aku seringkali membuatmu kesal dan bahkan mungkin saat ini kau jengkel atas sikapku yang terlalu kekanak-kanakan. Maaf, jika aku belum bisa sepertinya. Aku hanya berusaha untuk menjadi diriku yang sebenarnya, aku tidak ingin menjadi duplikatnya. Karena aku tahu, dalam berteman lebih baik kita menjadi diri kita yang sebenarnya bukan berharap untuk bisa menjadi seperti orang lain dengan harapan untuk bisa lebih diperhatikan. Jujur, aku tak mengharapkan itu. Tapi aku berharap, kelak aku ingin bisa menjadi teman yang memang benar-benar menjadi temanmu :)
*dituangkan saat semuanya tiba-tiba menjadi sebuah tanda tanya.
(little paper)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar